February 5, 2009

Agar Tak Salah Memilih Jalan

Filed under: Umum

Bahwa hidup itu adalah pilihan, kita sudah mafhum, tapi hal itu memang tak mudah dilakukan. Nilai hidup itu sendiri yang menyebabkan pilihan itu menjadi tidak sederhana. Memang masalahnya jadi kembali pada bagaimana seseorang memandang dan menilai hidup itu. Bila hidup dipandang sebagai sebuah fase satu-satunya yang sementara bagi manusia sebelum memasuki kehidupan akhirat, maka pilihan apapun dalam hidup menjadi penting dan menentukan.

Ada beberapa langkah yang bisa ditempuh agar kita tidak salah memilih dalam mementaskan hidup

  1. Pelihara lintasan pikiran untuk tetap mengarah kepada kebaikan.
    Ini penting dilakukan, karena lintasan pikiran adalah tangga paling pertama yang akan mengantarkan seseorang pada niat dan sikap. Bila kita kurang waspada, lintasan hati kerap berkembang pada tahapan lain, yang disebut haditsun nafs atau dialog batin. Bila dalam benturan ini nafsu keburukan dan bisikan setan yang menang, maka munculah niat (buruk). Posisi niat ada antara azzam atau tekad untuk melakukan dengan tahap eksekusinya. Jika niat dan azzam itu terlaksana, maka disanalah ia mendapat catatan melakukan dosa. Wah bisa gawat…
  2. Pertimbangkan suatu pilihan dengan ilmu.
    Menentukan suatu pilihan pasti dengan timbangan informasi dan pengetahuan yang kita miliki. Informasi yang keliru atau minimnya pengetahuan atau informasi yang keliru akan membawa kita pada pilihan yang salah. “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan” (Q.S Thaahaa: 114)
  3. Berdoa memohon petunjuk Allah
    Rasulullah sangat menganjurkan kita untuk meminta petunjuk dan tuntunan Allah dalam memilih dan melangkah, meskipun masalah itu seperti sepele. Anjuran itu salah satunya terletak pada shalat istikharah. Diriwayatkan, para sahabat dalam banyak perkara, kerap melakukan shalat istikharah hingga tingkat keseringannya seperti mereka membaca surat Al-Fatihah.

    Kita kadang menilai negatif, menolak sesuatu berdasarkan logika, pikiran yang terbatas. Tapi ternyata hal itu justru mendatangkan manfaat yang sangat luar biasa untuk kita. Allah SWT berfirman, “Bisa jadi engkau membenci sesuatu padahal sesuatu yang engkau benci itu baik bagimu. Bisa jadi engkau menyukai sesuatu padahal sesuatu yang engkau sukai itu tidak baik bagimu.” (Q.S Al-Baqarah: 216)

  4. Tumbuhkan dan pelihara perasaan takut pada Allah SWT.
    Rasa aman akan azab dari Allah juga dapat menyebabkan seseorang lalai dengan dosa, memudah-mudahkan kesalahan dan menunda-nunda pekerjaan baik, hingga akhirnya tenggelam dalam kemaksiatan. Banyaknya kemaksiatan akan mengeraskan hati. Sementara tidak ada orang yang merasa aman dari azab Allah, dan kita tidak pernah tahu kapan ajal akan datang menjemput. Ya to?
  5. Sadari bahwa hidup ini hanya sementara.
    Pilihan dalam hidup sangat dipengaruhi bagaimana kita memandang hidup. Panjang angan-angan, menumpuk mimpi, terlalu berobsesi pada kehidupan dan dunia, akan membawa orang lupa bahwa hidup ini sementara. Kondisi inilah yang akan menjadikan orang tidak mampu memandang secara benar dalam memilih.

    Rasulullah SAW pernah membuat gambar segi empat, lalu membuat garis ditengah-tengahnya yang keluar dari luar segi empat. Rasulullah SAW membuat garis-garis pendek yang melintang pada garis tengah yang keluar itu. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Inilah gambar manusia. empat buah garis ini merupakan azal yang mengurungnya. Garis yang menyembul keluar merupakan angan-angannya. Garis-garis pendek merupakan bencana-bencana yang menimpanya. Jika dia terlepas dari satu bencana, diapun digigit oleh bencana yang lain. Jika dia terlepas dari satu bencana, diapun digigit oleh bencana yang lain.” (HR Bukhari)

  6. Tanamkan kekhawatiran su’ul khatimah.
    Takut dan khawatir itu bermacam-macam. Di antara orang yang takut adalah orang yang takut sakaratul maut dan kepedihannya dan pertanyaannya malaikat mungkar dan nakir. Takut meniti shirat, takut neraka dan kobarannya, takut tidak masuk surga. Dalam hadits qudsi, Allah SWT berfirman, “Demi kemuliaan dan keagungan-Ku. Aku tidak menghimpun dua macam rasa takut pada diri hamba Ku, dan Aku juga tidak menghimpun dua macam rasa aman bagi dirinya jika dia merasa aman dari-Ku didunia, maka Aku membuatnya takut pada hari kiamat. Dan jika dia merasa takut kepada-Ku didunia, maka Aku membuatnya merasa aman pada hari kiamat.” (HR Ibnu Hibban)

    Karena itulah Nabi SAW mengajarkan doa Allahumma inni a’udzu bika an yatakhabbatahnia syaithanu indal maut. Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu agar syetan tidak menyusupiku saat kematian.” (HR. Abu Daud dan Nasai). Maksudnya adalah, syetan menguasai diri manusia saat menjelang ajal, lalu menyesatkannya dan menghalanginya untuk taubat atau menghalanginya untuk keluar dari kezaliman atau membuatnya putus asa dari rahmat Allah dan membuatnya benci pada kematian serta tidak ridha terhadap takdir Allah.

  7. Renungi pilihan-pilihan yang lalu.
    Bukan untuk sekedar merenung, menyesal dan kemudian melemparkan kepada nasib. Bukan juga untuk mengatakan, kenapa tidak begini, kenapa begitu. Perenungan yang kemudian membuka celah kata-kata jika begini, seandainya begitu, sama dengan membuka celah setan untuk menyesali hidup, merasa sangat bersalah dan bersikap putus asa. Sikap seperti itu tidak ada gunanya dan dilarang. Rasulullah SAW dalam sebuah hadits mengingatkan bahwa perkataan jika dan seandainya itu adalah pintu bagi setan untuk mengganggu manusia.

    Perenungan pilihan yang telah lalu bukan hanya untuk sekedar disesali, melainkan harus dijadikan pelajaran. Berpikir dan merenungi langkah yang telah lewat adalah untuk mengambil pelajaran sehingga kita tidak terperosok di jurang yang sama dua kali.

sumber : http://alepjauhari.blogspot.com/2007/12/agar-tak-salah-memilih-jalan_27.html

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://jeky466.blogsome.com/2009/02/05/agar-tak-salah-memilih-jalan/trackback/

yes

RSS feed for comments on this post.

allow a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.